Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Sejarah dan Perkembangan Taekwondo pada Masa Kuno

Rabu, 25 Mei 2011

Taekwondo yang kita kenal sekarang , mempunyai sejarah yang sangat panjang seiring dengan perjalanan sejarah Bangsa Korea , dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea.Kata Taekwondo sendiri terbagi atas 3 arti yaitu : Tae=Kaki, Kwon=Tangan, Do=Cara. Jika digabungkan mempunyai arti filosofi ilmu beladiri kebajikan untuk menolong dan menghormati sesama mahluk Tuhan melalui jasmaninya (tangan, kaki, tubuh dan akalnya) dan rohani (pengendalian diri dan hubungan dengan Tuhan) sebagai senjata beladirinya dan menaklukkan lawannya.
Taekwondo pertama kali ditemukan pada abad 37 Sebelum Masehi (SM). Hal ini dapat dilihat dari perjalanan perkembangan Taekwondo seiring dengan perkembangan budaya nenek moyang Negara Korea Selatan.
Pada jaman Dinasti Koguryo, nenek moyang Bangsa Korea yang terdiri dari beberapa suku bangsa setelah jaman neolitik telah mempunyai berbagai kegiatan olahraga dalam setiap upacara keagamaan atau ritual mereka dengan tujuan untuk meningkatkan keberanian dalam berperang. Taekwondo sendiri pertama kali ditemukan berasal dari Dinasti Koguryo yang tepat berada dalam wilayah Negara Korea Selatan pada Abad 37 SM. Hal ini dapat dibuktikan pada lukisan dinding yang ditemukan di reruntuhan makam Kerajaan Muyong Chong dan Kachu Chong yang dibangun oleh dinasti itu menunjukan permainan Taekwondo. Di dalam langit-langit makam Kerajaan Muyong Chong terdapat lukisan 2 orang yang saling berhadapan dalam permainan beladiri Taekwondo. Sementara di makam Kerajaan Kachu Chong menunjukkan 2 orang sedang adu gulat.
Pada jaman dinasti Silia, Taekwondo terbukti telah berkembang hingga pada Dinasti Silia yaitu sebuah dinasti yang terdapat di sebelah Tenggara Negara Korea Selatan dengan ibukotanya dahulu bernama Kyongju. Di Kyongju terdapat 2 patung Budha di Menara raksasa Keumkang di suatu tempat bernama Sokkuram. Di tempat yang sama terdapat Candi Pulkuk Sa yang menggambarkan 2 orang raksasa berhadapan dalam posisi beladiri Taekwondo. Dalam Dinasti Silia, Taekwondo lebih dikenal dengan istilah Hwarang Do. Hwarang Do merupakan bagian yang penting dari perjuangan Silia untuk mempersatukan seluruh negeri dengan cara berperang untuk menguasai kerajaan lain. Banyak bukti tertulis di Samguk Yusa 2 dokumen tertua mengenai sejarah Korea mengulas bahwa Hwarang Do merupakan pelajaran dasar dari ilmu Taekwondo.
Taekwondo pada masa Dinasti  Gorea dan Yi. Dalam sejarah peradaban Korea Selatan, terdapat pula kerajaan pada Dinasti Gorea dan Yi dimana dalam sejarah Gorea, Taekwondo dikenal dengan istilah lain yaitu Subak. Subak dilakukan tidak hanya sebagai suatu kecakapan berolahraga saja, tetapi juga untuk menyemarakan seni berperang. Subak sangat populer di masa pemerintahan Kerajaan Uijong sekitar tahun 1147 – 1170 SM. Di masa Dinasti Yi, Subak menjadi lebih terkenal di masyarakat, karena sebelumnya pada Dinasti Gorea dimonopoli oleh kaum militer, sehingga rakyat yang bercita-cita ingin bekerja di militer kerajaan, cenderung untuk belajar Subak sebagai salah satu tes pokok yang diajukan untuk menjadi tentara di masa itu. Dengan demikian Taekwondo atau Subak menjadi olahraga nasional yang penting dan menarik perhatian bagi lingkungan kerajaan dan masyarakat di masa itu.

0 komentar:

Posting Komentar